Lompat ke konten utama

SMK Negeri 12 Batam

Penyuluh Lintas Agama Kunjungi SMKN 12 Batam, Perkuat Moderasi dan Toleransi

Kementerian Agama Kota Batam melalui Pengawas Pendidikan Agama Kristen bersama penyuluh lintas agama dari Hindu dan Katolik melakukan kunjungan ke SMKN 12 Batam, Senin, 1 September 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Pemahaman Agama yang Moderat dan Inklusif” sebagai upaya memperkuat nilai toleransi di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutannya, Wedison Petrus menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menjamin hak setiap peserta didik untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai keyakinannya.

“Setiap peserta didik wajib mendapatkan hak untuk memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama,” ujarnya.

Nilai Keharmonisan dalam Keberagaman

Perwakilan penyuluh agama Hindu, Lilik Widyawati, menekankan pentingnya nilai dharma dalam membangun kehidupan yang harmonis.

“Nilai dharma mengajarkan kita untuk hidup selaras, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan dalam keberagaman,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Katolik, Elly Hutabarat, menyoroti pentingnya dialog antarumat beragama sebagai bagian dari moderasi beragama.

“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk saling mendengarkan dan memahami, sehingga tercipta suasana damai di sekolah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dirgahayu Tarigan yang menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam keberagaman.

“Kehadiran lintas agama di sekolah menjadi bukti bahwa toleransi dapat tumbuh melalui kebersamaan,” katanya.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Kepala SMKN 12 Batam, Slamet Munawar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan yang digagas Kementerian Agama.

“Kehadiran lintas agama di sekolah kami menjadi motivasi untuk semakin menghargai perbedaan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai moderasi beragama serta meningkatkan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, suasana belajar yang harmonis, inklusif, dan saling menghargai dapat terus terjaga di kalangan peserta didik. (*)

Tinggalkan Balasan